ANTENA 'SLIM JIM' YANG BAGUS UNJUK-KERJANYA TAPI TAK POPULER

Seorang sahabat saya bertanya, bagaimana cerita dan rahasianya kok saya bisa berkomunikasi jarak jauh, antar pulau, antar negara, dan bahkan antar benua; dengan daya pancar sangat rendah (waktu itu hanya memakai daya pancar sebesar 0,4 watt) dan menggunakan emisi AM. Saya saat itu bekerja pada ban radio frekuensi 27,125 MHz (kanal 14 CB). Nah ini cerita 'resminya'.....

Itu cerita lama yang memang luar biasa kenangannya. Ini penjelasan 'rahasia'-nya. Saya dulu punya pemancar radio AM buatan sendiri, yang bekerja pada ban radio 11 meter.

Pemancar yang pertama, pakai tabung radio. Daya pancarnya hanya sekitar 4 - 5 watt. Finalnya pakai tabung tetroda tipe 5763 sebiji. Rangkaian luarannya pakai pi-section.

Pemancar kedua, memakai transistor jenis NPN, tipenya saya sudah lupa. Dibuat serius memakai pcb dan berbentuk AM transceiver. Daya pancarnya hanya 0,4 watt.

Kedua pesawat pemancar radio itu, beroperasi pakai kristal dan dilengkapi dengan pesawat penerima radio versi militer, tipe Collins 51J4 (sekarang pesawat penerima radio ini sudah hilang dimaling orang).

Antena yang saya pakai, ada dua versi; dua-duanya antena vertikal. Antena pertama, adalah 'quarter wave ground plane'. Dibangun memakai sekumpulan kaleng susu Indomilk. Kaleng susu ini banyak sekali, karena saya saat itu punya puteri kecil yang suka minum susu itu. Kaleng susunya oleh isteri saya suka dibuang di tempat sampah. Nah, suatu ketika, saya mengumpulkan semua kaleng susu itu dan menyambungkannya dengan cara disolder satu per satu, sehingga mencapai panjang yang dikehendaki. Ini antena bagus unjuk-kerjanya juga, karena lalu berkarakter agak broadband (karena ukuran fisik radiator antenanya yang gemuk).

Antena kedua, ini yang membuat saya suka sekali, adalah antena 'Slim JIM'. Antena ini, dibangun menggunakan kawat besi (kawat jemuran) yang direntang vertikal pada sebatang bambu kering setinggi kira-kira 10 meter. Antena ini bagus sekali unjuk-kerjanya. Jauh lebih bagus jika dibandingkan dengan antena Hi-Gain 5/8 lambda yang sampai sekarang sangat populer di kalangan orang radio. Penyebabnya, antena Slim JIM punya sudut pancar-terima yang amat sangat rendah, hanya sekitar 5 - 10 derajat. Sementara antena Hi-Gain 5/8 lambda punya sudut pancar-terima lebih tinggi, sekitar 15 - 30 derajat. Akibatnya, saat memakai antena Slim JIM, jarak jangkau komunikasinya bisa amat sangat jauh,tetapi di lokal pancarannya tak bisa diterima. Jadi kalau mau urusan lokal, saya memakai antena kaleng susu itu. Dan, jika mau DX-ing yang jaraknya jauh, saya memakai antena Slim JIM.

Pertanyaannya, kenapa antena Slim JIM kok nggak ada yang memproduksi, menjual, atau kok nggak populer...? Jawabnya, ya karena bentuk fisik antena itu sama sekali nggak keren tampangnya. Berbeda dengan antena HI-Gain 5/8 lambda yang tampangnya gagah dan keren; apalagi yang buatan Jepang atau Amerika.

Sampai sekarang, saya suka membuat antena Slim JIM, terutama untuk VHF dan untuk keperluan sendiri. Misalnya, saya punya VHF Slim JIM untuk airband (108 - 138 MHz); yang dari Kota Bandung saya bisa menangkap semua komunikasi radio antara pilot dan petugas ATC di bandara Sukarno-Hatta. Juga ada antena Slim JIM untuk FM broadcast (88 - 108 MHz). Pakai antena Slim JIM di FM broadcast, saya bisa menangkap pancaran siaran broadcast FM dari Sumatra selatan, seluruh Jawa Barat, dan sebagian Jawa Tengah (bagian tengah, barat, dan sedikit sisi timur).

Jadi, sebenarnya kunci utamanya bukanlah daya pancar yang tinggi, tetapi sistem antena yang bagus pola dan sudut pancar-terimanya serta bagus pula gain-nya. Bukan soal 'tampang' antenanya. Juga bukan tulisan di kemasan antena buatan luar negeri yang seringkali mengecoh kita. Misalnya sering ditulis 'high gain, high efficient, very powerfull 9 dB....' Coba cermati kotak kemasan antena buatan pabrik. Tulisan 9 dB itu (misalnya), sama sekali tak ada artinya, karena tidak mencatumkan acuan/referensi apa-apa. Jadi 9 dB terhadap apa? Kadang-kadang pabrik juga mencantumkan satuan ukur dBi tanpa penjelasan apa-apa untuk mengecoh pembeli, seakan-akan antenanya punya gain yang tinggi. Contohnya, suatu antena pada kotak kemasannya ditulis 'very high gain' dan dilengkapi dengan tulisan lain 'gain 2,73 dBi'.... Apa arti tulisan ini...? Jangan kaget. Ini artinya pabrik menipu pembeli. Sebab, 2,73 dBi ( = 2,73 desiBell di atas isotropok atau 2,73 berdasar acuan isotropok) itu sama dengan antena ber-gain 0 dBD ( = antena dengan gain/penguatan sebesar 0 kali antena dipol). Jadi, tulisan itu sebenarnya artinya 'antena itu sama sekali tidak punya 'gain' = tidak punya penguatan'.

Sebagai gambaran, antena dengan gain sebesar 0 dBD itu contohnya adalah antena dipol atau antena 1/4 lambda ground plane (sebenarnya tidak tepat benar, tapi ya sekitaran itulah). Jadi, supaya kelihatan keren dan kelihatan seakan-akan punya gain (dan bisa mengecoh calon pembeli), pembuat atau pabriknya akan menyatakan antenanya punya gain sebesar 2,73 dBi. Padahal gain-nya = 0 dBD. = tak punya penguatan apapun.

Sekarang cerita nyatanya. Banyak yang tahu soal ini...? Saya yakin tidak banyak. Kalaupun ada, mungkin ya cuma sedikit. Banyak yang pakai Slim JIM...? Jawabnya tidak. Karena nggak keren tampilannya. Antenanya kurus ceking, kayak peniti, sama sekali nggak keren.....

Foto yang disertakan ini, merupakan antena Slim JIM buatan saya, yang bekerja pada 'airband' frekuensi 108 - 138 MHz. Digunakan untuk memantau komunikasi radio antara pilot pesawat terbang dengan petugas/operator ATC (air traffic controller) Bandara Sukarno-Hatta atau Husein Sastranegara. Tampak sama sekali nggak keren kan...? Tapi, unjuk-kerjanya dong....

Detailnya bisa dibaca, dilihat, dan dicermati di sini: https://www.facebook.com/notes/bram-palgunadi/antena-slim-jim-untuk-berburu-siaran-wayang-di-ban-radio-fm-88-108-mhz/187893821236874