PESAWAT PENERIMA RADIO GELOMBANG PENDEK 'SKY JAGER' BC-3004-V2

Percobaan di meja lab sudah selesai. Papan cetak (printed circuit board, pcb) sudah selesai dan sudah jadi prototipnya. Sekarang tinggal menunggu proses perakitan, untuk dilihat dan dicermati unjuk-kerja sesungguhnya....

Memakai kode BC-3004-V2. Kode V2 = versi kedua. Penyebabnya, sebelum ini sebenarnya pesawat penerima radio gelombang pendek ini sudah selesai, tetapi ada dua hal yang membuat saya memutuskan untuk mengubahnya. Pertama, yang versi pertama kendalinya bagus tapi sukar dan agak kritis, sehingga agak menyulitkan pemakainya. Kedua, adik sepupu saya, MBak Rumy Winfried, yang tinggal di Jermas, mengirimkan kepada saya foto pesawat penerima radio miliknya, dari jaman Adolf Hitler, buatan tahun 1933, yaitu sebuah pesawat penerima radio gelombang tengah, merk Volks, tipe VE-301 (di belakang angka 301, biasanya ada tambahan huruf, yang menyatakan versi), yang dulu pada masa Perang Dunia II digunakan sebagai sarana propaganda Nazi-Jerman. Penggunaan istilah 'VE' sebenarnya merupakan singkatan dari 'Volks Empfanger' = 'penerima radio (untuk) rakyat'....

Nah, tampilan konfigurasi depan pesawat penerima radio yang saya rancang-ulang, ternyata sangat mirip dengan konfigurasi radio Jerman itu. Memang ada bedanya, tapi tidak terlalu banyak. Entah bagaimana semula, kok bisa sama seperti itu. Karena otak saya saat merancang ulang, bukan didasari atas kesamaan konfigurasi, tetapi lebih didasari oleh kemudahan operasional dan pembuatan, jika dilakukan oleh seseorang yang masih berstatus sebagai 'pemula'. Bahkan, saya sudah membeli contoh lodspiker yang ternyata ukurannya juga kira-kira sama dengan pesawat penerima radio Jerman kuno itu. Penggunaan lodspiker besar itu disebabkan saya pernah membaca suatu artikel di sebuah buku lama (kuna), yaitu buku terbitan ARRL dari tahun 1942, yang menyatakan bahwa sebaiknya pesawat penerima radio dilengkapi dengan sebuah lodpsiker yang besar, bukan yang berukuran garis-tengah kecil. Dasarnya, supaya tingkat 'readibility' suara (kejelasan suara) yang dihasilkan baik dan lebih mewakili kondisi aslinya. Pada masa sekitar Perang Dunia II, sebagian besar pesawat penerima radio versi militer maupun sipil/komersial, memang cenderung dilengkapi dengan lodspiker yang ukuran garis-tengahnya cukup besar. Jadi, nanti kita lihat saja bagaimana bentuk jadinya, kalau semuanya benar-benar sudah selesai......

Terima-kasih khusus untuk Mbak Rumy Winfried, untuk kiriman fotonya yang ternyata menginspirasi dan memprovokasi.....

Catatan: Dua foto di bawah ini merupakan foto Mas Winfried, suami MBak Rumy saat memperlihatkan pesawat penerima radio kuno VE-301, buatan tahun 1933.